ENREKANG — Pesantren Modern Darul Falah Enrekang konsisten meneguhkan perannya dalam mencetak generasi muda Islam berwawasan global. Melalui potret capaian akademis yang impresif, para alumni SMAS Darul Falah Enrekang secara berkesinambungan berhasil menembus seleksi di salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan paling prestisius di dunia, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Rekam jejak keberhasilan internasional ini bertumbuh secara progresif dari tahun ke tahun:
- Tahun 2023: Musa Hitang menjadi pionir yang membuka gerbang bagi alumni SMAS Darul Falah untuk melanjutkan studi di Al-Azhar.
- Tahun 2024: Keberhasilan tersebut dilanjutkan oleh dua alumni, yaitu Muhammad Asharf Alif dan Farid Nur Taslim.
- Tahun 2025: Grafik kelulusan meningkat signifikan dengan diterimanya lima santri, di antaranya Muhammad Fathurrahman, Ibnu Munzir, Muhammad Fauzi Al Khair Saturi, dan Reyhan Al Fathir.
- Tahun 2026: Melalui pengumuman terbaru, empat santri terbaik dinyatakan lulus lewat jalur seleksi ketat Markaz Al-Azhar Indonesia (MAI). Mereka adalah:
- Muh. Rakha Rasendrya (Kelas XII 1 SMA, asal Lura)
- Muh. Arqaam Rafi (Kelas XII 1 SMA, asal Masalle)
- Muh. Fuad A. Rahman (Kelas XII 2 SMA, asal Toraja)
- Muh. Syahrir (Kelas XII 2 SMA, asal Bungin)

Implikasi Program Tahfidz Khusus
Keberhasilan tahun ini sekaligus menjadi indikator keberhasilan sistem pembinaan internal pesantren. Dua dari empat santri yang lulus pada tahun 2026, yakni Muh. Rakha Rasendrya dan Muh. Syahrir, merupakan alumni Program Tahfidz Khusus yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian ini membuktikan adanya korelasi positif antara kompetensi spiritualitas (tahfidz) dan keunggulan akademis yang kompetitif.
Pihak keluarga besar Pesantren Modern Darul Falah dan masyarakat Kabupaten Enrekang menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi para santri. Prestasi ini diharapkan menjadi stimulus dan motivasi berkelanjutan bagi seluruh santri untuk terus menggalang prestasi di tingkat internasional.